Mahesa yang sedang bersantai di balkon kamar Hadsa ditemani oleh gitar klasik milik sang empu pemilik kamar, tiba tiba dikejutkan dengan suara isakan kecil dari arah ranjang. Dengan segera, ia letakkan gitar yang berada dipangkuannya dan berlari menuju ke arah suara tersebut berasal. “Hei, Asa, bangun. Little pie, wake up please? Asa?” ucapnya dengan memberikan tepukan pelan pada pipi Hadsa.

Hadsa pun dengan perlahan membuka mata dan dengan segera menabrakkan badannya pada dada bidang milik laki-laki yang ada dihadapannya, yang selanjutnya ia lingkarkan kedua tangannya pada leher milik Kak Esa-nya dengan erat.

“What happen, little pie? Mimpi buruk hm?” tanya Mahesa kepada Hadsa dengan memberikan usapan lembut pada punggung milik beruang kecilnya, yang direspon anggukan pelan oleh Hadsa. “Jelek banget mimpi gua, Kak. Rasanya kaya beneran.”

“That’s okay, itu cuma mimpi. Ga akan ada apa-apa. Gua disini, jangan takut, Asa.”

Setelah merasa sedikit lebih baik, Hadsa pun melonggarkan pelukannya dan menatap lekat manik mata hitam legam milik Mahesa dan bertanya, “Bukannya tadi Kak Esa ngajak gua buat live bareng abis kita makan?”

“Mau nya, iya. Tapi lo ketiduran kan tadi? Gua mana tega bangunin lo cuma buat live doang, Sa. Masih bisa kapan kapan juga lagian. Kenapa? Mimpi nya ada hubungannya sama live?” tanya Mahesa kepada Hadsa tepat sasaran.

“Iya. Di mimpi gua lo bilang kalo lo deketin gua cuma buat naikin popularitas lo, Kak. Kasar banget pokonya, gua gasuka.” jelas Hadsa dengan suara yang sedikit parau dan juga isakan kecil yang masih ada.

Mahesa yang mendengar hal tersebut dengan segera menarik badan Hadsa untuk ia beri pelukan hangat dan juga usapan lembut pada surai kecoklatan milik laki-laki manis miliknya – menenangkan.

“Ga bener itu mimpinya. Mana ada gua begitu, Sa. Udah ya, jangan diinget inget. Oh iya, gua pinjem gitar lo. Tadi mau izin lo nya tidur, jadinya gua izin bang Jo. Dia juga pamit buat pulang telat, dosen nya molor, Sa.”

Ucapan panjang darinya tidak diberi respon apa-apa oleh Hadsa, ia pun diam memaklumi. Mungkin memang Hadsa perlu sedikit waktu untuk lebih tenang.